Beban yang Mulia

Di bawah ini adalah kutipan dari Sumpah Dokter Indonesia yang merupakan modifikasi dari Deklarasi Jenewa.

Saya bersumpah bahwa:

Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan.

Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara terhormat dan bersusila, sesuai dengan martabat pekerjaan saya.

Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran.

Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter.

Kesehatan penderita senantiasa akan saya utamakan.

Dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, saya berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan Keagamaan, Kebangsaan, Kesukuan, Politik Kepartaian atau Kedudukan Sosial.

Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya.

Teman sejawat akan saya perlakukan sebagai saudara kandung.

Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan.

Sekalipun diancam saya tidak akan mempergunakan pengetahuan Kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan.

Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya.

Saya sebelumnya tidak tahu tentang sumpah kedokteran di Indonesia; selama ini yang saya ketahui adalah Hippocratic Oath dan Physician’s Oath. Dan saya tidak pernah melihat secara langsung seorang dokter mengucapkan sumpah mereka sampai beberapa waktu lalu saya menonton episode ke-15 dari Grey’s Anatomy di musim keenamnya. Saya benar-benar tertegun dengan cara sang aktor mengucapkan Physician’s Oath-nya walaupun ia bukanlah seorang dokter. Isinya membuat mata hati saya terbuka bahwa tugas seorang dokter adalah tugas yang sangat berat, namun sangatlah mulia. Klik link ini untuk melihat bagian dari serial tv tersebut ketika Physician’s Oath sedang diucapkan oleh sang aktor. Jujur, saya sempat meneteskan air mata ketika saya menyaksikannya.

solemnly pledge myself to consecrate my life to the service of humanity;
I will give my teachers the respect and gratitude which is their due;
I will practice my profession with conscience and dignity;
The health of my patient will be my first consideration;
I will respect the secrets which are confided in me, even after the patient has died;
I will maintain by all the means in my power, the honor and the noble traditions of the medical profession;
My colleagues will be my brothers;
I will not permit considerations of religion, nationality, race, party politics or social standing to intervene between my duty and my patient;
I will maintain the utmost respect for human life from its beginning even under threat and I will not use my medical knowledge contrary to the laws of humanity;
I make these promises solemnly, freely and upon my honor.
Advertisements

One Comment on “Beban yang Mulia”

  1. ravi says:

    Banyak yang komersiiil, apalagi kalau diganti asuransi :-((


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s