Legasi

Senin, 7 Juni 2010, sekitar pukul 09.00 WIB, kakek saya meninggal dunia.

Kondisi beliau memang sudah jatuh bangun beberapa tahun terakhir ini. Ya namanya sudah umur, layaknya khalayak ramai menyebutnya. Beliau dengan nenek saya memiliki lima orang keturunan dan yang tertua adalah ayah saya. Di antara kelima anaknya itu, terdapat tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan.

Hal yang saya telah sebutkan di atas mungkin hal yang biasa saja. Namun, yang membuat saya termenung adalah ketika almarhum wafat, ketiga putranya tersebut sedang tidak ada di Jakarta, yang berarti termasuk ayah saya. Oleh karena itu, proses pemakaman mulai dari memandikan sampai menguburkan ke liang lahat dilakukan oleh orang-orang dari mesjid sekitar, bukan darah daging almarhum sendiri. Walaupun demikian, alhamdulillah, saya setidaknya ikut memberikan sedikit tenaga saya selama proses tersebut berlangsung. Saya merasa terpanggil bahwa ayah saya sedang tidak ada ada di sini dan saya adalah cucu pertama, sehingga rasanya sudah menjadi tanggung jawab saya untuk mewakili ayah saya. Bukan maksud saya menyombongkan diri dengan hal yang telah saya lakukan, tetapi anehnya ini membuat saya berpikir.

Berpikir tentang apa? Well, saya memiliki obsesi yang cukup besar untuk dapat hidup dan berkarier di luar negeri kelak saya telah menyelesaikan studi saya di sini. Tetapi, wafatnya kakek saya ini membuat saya untuk mempertimbangkannya kembali. Bagaimana jika seorang dari keluarga saya ataulah yang terburuk, ayah/ibu/adik saya, telah berpulang ke pangkuan-Nya pada saat saya tidak bersama mereka? Atau setidaknya bagaimana jika saya tidak sempat mendampingi mereka, melihat mereka benar-benar untuk yang terakhir kalinya? Pintu hati saya terketuk, mata hati saya terbuka ketika saya memikirkan hal-hal seperti itu. Walaupun insya Allah saya akan sepenuhnya ikhlas, hal tersebut mungkin akan menjadi penyesalan yang terpendam jauh di dalam lubuk hati saya.

Karier atau keluarga? Saya mau keduanya, there I said it! Yang terpenting, the least that I can expect adalah saya telah membahagiakan dan membanggakan kedua orang tua saya dan juga keluarga saya ketika ajal telah menjemput kelak salah satu dari kita semua. Insya Allah, amin ya rabbal alamin!

Advertisements

4 Comments on “Legasi”

  1. iedo says:

    turut berdukacita aldhin 😥

  2. natasya andrea putri says:

    i literally cried


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s